Namamu bagai sandi dalam hidupku
Setiap kuingat namamu
Pikiranku langsung tertuju padamu
Entah masa sunyi
Bahkan di saat ramaipun
Otak langsung memproses wujudmu
Hati gundah tiap kali di sampingmu
Tanpa sanggup tuk bicara sepatah padamu
Curigaku kian memuncak
Ingin ku sikapi
Ku tak punya keberanian
Selain dirimu hari ini
Kupikirkan pula
Hari esok denganmu
Memacuku kian bersemangat
Puisi-puisiku takkan pernah mati
Sampai akhirnya takdir memisahkan kita
Dec 30th 2004

0 comments:
Poskan Komentar